Di Jakarta, Dyah Ayu Pregawati melaporkan suaminya, Novia Catur Iswanto, ke Komnas HAM setelah diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis yang berat. Hal ini terjadi setelah serangkaian ancaman dan intimidasi yang dialami Novia terkait posisi legalnya di perusahaan tambang.
Dalam keterangannya, Dyah menyatakan bahwa suaminya sempat menceritakan tentang ancaman serius yang diterima sebelum meninggal. Kebangkitan rasa cemas dan tertekan pada diri Novia sangat jelas terlihat di wajahnya, memunculkan rasa khawatir bagi keluarganya.
Novia Catur, yang menjabat sebagai Manajer Legal, terlibat dalam sengketa hukum yang melibatkan perusahaannya. Laporan Dyah Ayu mencerminkan kesedihan dan harapan untuk keadilan bagi suaminya dan anak-anak mereka yang masih kecil.
Penyebab Kematian yang Memicu Pertanyaan Besar
Kematian Novia Catur yang mendadak mengejutkan banyak pihak, terutama bagi keluarganya. Dalam laporan, Dyah mengungkapkan bahwa suaminya menjelaskan adanya ancaman untuk berhenti dari pekerjaannya jika ingin selamat.
Setelah panggilan pemeriksaan dari Bareskrim Polri, kondisi Novia semakin memburuk. Dyah mendeskripsikan momen-momen ketika suaminya terlihat murung dan tidak bersemangat, yang berujung pada penurunan kesehatan yang drastis.
Berdasarkan keterangan dokter, Novia dinyatakan meninggal pada dini hari setelah beberapa hari koma. Kejadian ini membuat keluarga mendorong penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian yang dianggap mencurigakan.
Reaksi Keluarga dan Harapan akan Keadilan
Reaksi keluarga terhadap kematian Novia penuh dengan duka dan ketidakpastian. Dyah berharap agar pihak berwenang dapat mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas ancaman yang menyebabkan suaminya merasakan tekanan psikologis yang berat.
Mengingat Novia meninggalkan empat orang anak yang masih kecil, Dyah merasa beban ini semakin berat. Selain menginginkan keadilan, mereka ingin mendapatkan jawaban yang jelas mengenai insiden ini.
Keluarga, bersama dengan pihak perusahaan, mencari kejelasan dari Komnas HAM agar tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa pekerja lainnya. Ini adalah sebuah seruan yang jelas untuk perlindungan terhadap hak-hak pekerja agar tidak mengalami intimidasi yang sama.
Konflik Internal di Perusahaan yang Berpotensi Berbahaya
Pihak perusahaan mengkonfirmasi bahwa Novia Catur terlibat dalam sengketa hukum internal yang rumit. Menurut Humas PT Bososi Pratama, konflik ini melibatkan dua pihak yang memiliki kepentingan berbeda dalam pengelolaan perusahaan.
Ancaman terhadap Novia diduga terkait dengan upayanya untuk membuka akses ke berbagai data dan dokumen perusahaan yang saat itu sedang terblokir. Hal ini menunjukkan betapa kompleks dan berbahayanya situasi yang dihadapi Novia dalam menjalankan tugasnya.
Dalam konteks ini, pihak perusahaan merasa perlu untuk menyelidiki lebih dalam mengenai masalah yang dihadapi manajer legal mereka. Ini bukan hanya soal satu individu, tetapi juga menyangkut keselamatan semua karyawan.
Kematian Novia Catur Iswanto menjadi sorotan penting dalam konteks perlindungan hak-hak pekerja. Konflik yang melibatkan pihak internal menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk reformasi yang lebih baik di lingkungan kerja.
Diharapkan dengan mengungkap kasus ini, pihak berwenang dan perusahaan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pekerja. Setiap individu berhak atas kesejahteraan mental dan fisik, dan hal ini harus dihormati dalam setiap aspek pekerjaan.
Hasil penyelidikan diharapkan tidak hanya membawa pencerahan bagi keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri demi mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
