Tes napas yang dikenal sebagai Urea Breath Test (UBT) dapat menjadi alat yang efektif untuk mendeteksi bakteri berbahaya, Helicobacter pylori. Keberadaan bakteri ini semakin menjadi perhatian seiring dengan munculnya berbagai keluhan kesehatan yang dapat ditimbulkannya.
Bakteri H. pylori biasanya berkoloni di lapisan mukosa lambung. Produksi enzim urease oleh bakteri ini dapat menyebabkan masalah seperti dispepsia, gastritis, dan bahkan ulkus lambung.
Tidak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa pasien yang terinfeksi H. pylori berisiko mengalami kanker lambung lebih tinggi hingga 3 persen. Oleh karena itu, bakteri ini telah dikategorikan sebagai karsinogenik tingkat satu oleh International Agency for Research on Cancer.
Penelitian terbaru juga mengungkapkan bahwa H. pylori dapat meningkatkan risiko pembentukan polip di usus besar, yang berpotensi menjadi faktor pemicu kanker. Dr. David Reinhard Sumantri Samosir, seorang spesialis penyakit dalam, menyebutkan hal ini dalam klarifikasi tertulis pada 14 Februari 2026.
Dengan risiko yang signifikan ini, disarankan agar pasien yang sering mengalami gangguan lambung melakukan skrining untuk mendeteksi keberadaan bakteri H. pylori. Terdapat dua metode yang umum digunakan untuk mendeteksi bakteri ini: endoskopi dan Urea Breath Test (UBT).
David menegaskan bahwa Urea Breath Test (UBT) adalah pilihan utama untuk pemeriksaan non-invasif dalam mendeteksi infeksi H. pylori, dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang sangat tinggi. Ini menjadikannya metode yang sangat dianjurkan untuk pemeriksaan awal.
Dokter Mudatsir, juga berbicara tentang pentingnya pemeriksaan Urea Breath Test (UBT) dalam mendeteksi keberadaan H. pylori, menunjukkan konsensus di kalangan profesional medis mengenai pentingnya tes ini.
Pentingnya Deteksi Dini H. pylori untuk Kesehatan Lambung Anda
Deteksi dini infeksi H. pylori sangat penting karena mengurangi risiko komplikasi serius di masa depan. Dengan mengetahui keberadaan bakteri ini lebih awal, pasien dapat menghindari berbagai masalah serius di lambung.
Salah satu cara untuk mendeteksi infeksi adalah melalui Urea Breath Test, yang merupakan tes sederhana namun sangat efektif. Metode ini tidak menyakitkan dan memerlukan waktu yang relatif singkat untuk mendapatkan hasil.
Di sisi lain, risiko yang ditimbulkan oleh infeksi H. pylori harus dipahami oleh masyarakat luas. Masyarakat perlu menyadari bahwa gejala seperti sakit perut dan gangguan pencernaan dapat menjadi tanda adanya infeksi.
Apabila Anda sering mengalami gejala seperti itu, mungkin sudah saatnya untuk berunding dengan dokter. Tindakan pencegahan ini dapat merangkum banyak hal, mulai dari perubahan pola makan hingga pemeriksaan medis yang lebih mendalam.
Untuk meningkatkan kesadaran, banyak dokter juga memberikan edukasi mengenai pemakanan seimbang yang bisa membantu kesehatan lambung. Nutrisi yang baik adalah bagian penting dalam mencegah infeksi lambung dan komplikasi lainnya.
Metode Diagnostik untuk Mendeteksi Infeksi H. pylori
Ketika seorang pasien mencari bantuan medis untuk gejala yang mencurigakan, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa metode diagnostik. Selain Urea Breath Test, terdapat juga pilihan lain seperti tes darah dan endoskopi.
Tes darah dapat memberikan informasi tentang infeksi sebelumnya dan reaksi sistem imun terhadap H. pylori. Namun, ketepatan metode ini sering kali tidak setinggi UBT dalam mendeteksi infeksi aktif.
Endoskopi adalah metode yang lebih invasif, di mana dokter akan memasukkan alat kecil melalui mulut untuk melihat kondisi lambung lebih dekat. Meskipun ini merupakan metode efektif, ada risikonya, sehingga sering kali dokter lebih memilih UBT sebagai langkah awal.
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan dokter akan mempertimbangkan kondisi individual pasien untuk merekomendasikan tes yang paling sesuai. Memahami hal ini membantu pasien mengetahui apa yang diharapkan dari proses diagnosis.
Penting untuk berkomunikasi dengan dokter mengenai pilihan-pilihan ini agar dapat diambil langkah-langkah optimis untuk kesehatan lambung Anda.
Pilihan Pengobatan untuk Infeksi H. pylori dan Manfaatnya
Setelah terkonfirmasi adanya infeksi H. pylori, langkah selanjutnya adalah penanganan positif untuk mengatasi masalah ini. Pengobatan paling umum melibatkan kombinasi beberapa antibiotik dan obat untuk menetralkan asam lambung.
Biasanya, proses pengobatan akan berlangsung selama satu hingga dua minggu. Mendapatkan pengobatan yang tepat sangat penting untuk memastikan bakteri ini benar-benar dibasmi dari dalam tubuh.
Selama masa pengobatan, pasien mungkin perlu menghindari makanan tertentu yang dapat memperburuk gejala lambung. Dengan mengikuti anjuran medis, pasien dapat mempercepat proses penyembuhan.
Selain itu, ada juga strategi pencegahan yang bisa diterapkan untuk mencegah re-infeksi H. pylori. Ini termasuk menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta memperhatikan kebersihan tangan sebelum makan.
Oleh karena itu, melakukan skrining secara berkala juga disarankan untuk Anda yang memiliki riwayat infeksi atau masalah lambung. Kesehatan lambung tidak boleh diabaikan, karena dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
