FX Hadi Rudyatmo, yang biasa disapa FX Rudy, menjalin pertemuan penting dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebelum mengajukan pengunduran dirinya dari posisi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena keduanya membahas sejumlah isu strategis terkait partai.
Rudy menjelaskan bahwa ia telah bertemu Megawati dua kali, di Bali dan Jakarta. Pertemuan pertama di Bali berlangsung setelah ia kembali dari Vatikan, di mana banyak hal penting dibahas, termasuk kaderisasi dan kepemimpinan partai di tingkat daerah.
Saat bertemu di Jakarta, Rudy mengungkapkan adanya diskusi mengenai calon-calon Ketua DPC se-Jawa Tengah. Selain itu, beberapa nama juga muncul sebagai pendamping dalam kepemimpinan yang akan datang, termasuk Djarot Saiful Hidayat dan Ganjar Pranowo.
Pertemuan Strategis di Bali dan Jakarta untuk PDIP
Rudy menyampaikan bahwa pertemuan di Bali berlangsung pada tanggal 12 Desember, dan dilanjutkan dengan pertemuan di Jakarta pada 15 Desember. Di kedua pertemuan tersebut, suasana diskusi sangat produktif, ditandai dengan fokus pada persiapan dan perencanaan untuk masa depan PDIP di Jawa Tengah.
Dalam pertemuan di Jakarta, Rudy dan Megawati berdiskusi secara mendalam mengenai calon ketua DPC. Diskusi tersebut juga melibatkan beberapa kader partai terkenal yang diharapkan mampu memperkuat posisi partai di kancah politik lokal maupun nasional.
Rudy mengungkapkan, pembahasan terkait calon ketua dilakukan secara daring saat di Bali, sebelum dilanjutkan dengan diskusi tatap muka di Jakarta. Hal ini menunjukkan komitmen Rudy untuk menjaga kesinambungan pembicaraan dan keputusan penting dalam waktu yang singkat.
Pembahasan Calon Ketua DPC dan Pendamping di Jateng
Saat mengomentari calon yang muncul dalam diskusi, Rudy mencatat bahwa banyak nama yang telah dibicarakan, termasuk nama-nama dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa partai tetap relevan dan mampu menjawab tantangan yang ada.
Menurut Rudy, langkah ini sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas dan daya saing partai di mata publik. Dengan menyiapkan calon-calon yang tepat dan terampil, dia berharap PDIP dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik terkemuka di Indonesia.
Dia juga menekankan bahwa ada banyak pertimbangan dalam memilih calon ketua DPC yang sesuai, termasuk pengalaman, komitmen, dan kemampuan kepemimpinan masing-masing kandidat. Diskusi ini menjadi kunci dalam memilih pimpinan yang dapat membawa partai ke arah yang lebih baik.
Keputusan Pengunduran Diri yang Mengutamakan Soliditas Partai
Meskipun pertemuan tersebut membahas banyak hal strategis, Rudy mengaku bahwa ia belum membahas keputusan pengunduran dirinya secara resmi. Dia menyatakan bahwa surat pengunduran diri yang dikirimnya pada 17 Desember merupakan hasil pertimbangannya untuk kepentingan partai.
Rudy berujar, ia ingin memastikan bahwa partai berada dalam kondisi yang solid meskipun dirinya mundur dari posisi Plt. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
Dalam pandangannya, pengunduran diri ini merupakan langkah untuk membuka jalur bagi kepemimpinan baru yang dapat membawa perubahan positif bagi PDIP. Dengan mengutamakan soliditas organisasi, Rudy berharap langkahnya ini dapat menjadi inspirasi bagi kader lainnya.
