Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Kalimantan Selatan untuk meninjau lokasi bencana banjir yang melanda daerah tersebut. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak dan mempelajari kondisi di lapangan dari dekat.
Pesawat yang membawa Gibran mendarat di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, pada Kamis. Dalam sehari yang sama, ia dijadwalkan untuk mengunjungi beberapa titik lokasi banjir di daerah tersebut.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyatakan bahwa Gibran akan memfokuskan perhatiannya pada dua kabupaten yakni Balangan dan Kabupaten Banjar. Laporan dari Wasis juga menegaskan bahwa kunjungan ini sangat penting untuk memberikan dukungan kepada para korban.
Menghadapi Masalah Banjir di Kalimantan Selatan yang Terus Berulang
Banjarbaru, sebagai ibu kota Kalimantan Selatan, menjadi salah satu daerah yang rentan terhadap banjir tahunan. Banjir kali ini sudah melanda sejak 28 Desember lalu, dan hingga kini debit air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Warga setempat merasa khawatir dengan situasi yang ada, mencemaskan kemungkinan terjadinya banjir besar seperti yang terjadi pada tahun 2021.
Dalam pertemuan sebelum kunjugan, Wasis menuturkan tentang kesiapannya dalam menghadapi bencana ini. Ia menegaskan, bahwa meskipun banjir terjadi setiap tahun, dampaknya harus diminimalisasi agar tidak membebani masyarakat lebih jauh lagi.
Wilayah yang menjadi fokus perhatian Gibran adalah Desa Sungai Tabuk Keramat di Kabupaten Banjar. Di lokasi ini, genangan air sudah mencapai pinggang orang dewasa, menjadikan kondisi sangat mengkhawatirkan bagi penduduk yang tinggal di sekitar.
Langkah-Langkah Pemerintah dalam Menangani Banjir di Wilayah Ini
Agenda kunjungan Gibran tidak hanya untuk melihat keadaan di lapangan, tetapi juga untuk menyalurkan bantuan yang dibutuhkan warga. Sebagai pemimpin, kehadirannya diharapkan bisa memberikan semangat dan harapan bagi para korban yang terkena dampak banjir.
Dalam penanganan bencana ini, Kementerian Sosial juga berperan aktif. Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, sudah lebih dahulu berkunjung untuk menyerahkan bantuan. Gus Ipul mengungkapkan komitmennya untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak yang terkena dampak bencana.
Program pendampingan ini dibantu oleh Puspaga, PPA, dan Forum Anak di Kabupaten Banjar. Tujuannya adalah mengurangi dampak psikologis yang mungkin dihadapi anak-anak setelah mengalami situasi yang membuat trauma.
Meningkatkan Kesiapan terhadap Bencana di Masa Depan
Kunjungan Gibran tidak hanya terbatas pada penyerahan bantuan, tetapi juga mencakup beberapa diskusi mengenai cara mengurangi risiko bencana di masa mendatang. Pendekatan yang lebih terencana dan terstruktur diharapkan dapat meminimalisir dampak dari banjir yang akan datang.
Para pejabat di Kalimantan Selatan juga menyadari bahwa persiapan fisik dan material harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ini meliputi penguatan infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana serta program sosialisasi kepada masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana.
Dampak banjir biasanya sangat menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, dari ekonomi hingga kesehatan. Dengan adanya perhatian dan langkah-langkah yang diambil pemerintah, diharapkan masyarakat dapat lebih siaga dan siap menghadapi bencana di masa depan.
