slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong slot mahjong QQCUAN agencuan slot88 agencuan https://bola169new.com/ phishing phishing
qqcuan AGENCUAN https://ademsari.co.id/ https://bitcoinnews.co.id/ https://dermaluz.co.id/ https://jiexpo.co.id/ https://donghan.co.id/ https://icconsultant.co.id/ https://metroindo.co.id/ https://bentogroup.co.id/ https://gatranews.co.id/ https://kacapatri.co.id/ https://gemilangsukses.co.id/ https://siomom.id/ https://situskita.id/ https://masyumi.id/ https://dapurdia.id/ https://baginasipagi.id/ https://bacaajadulu.id/ https://sukagaming.id/ https://sobatsandi.id/ https://ragaminspirasi.id/ https://salamdokter.id/
https://berita-sumatra.id/ https://seongiclik.id/ https://mangu.id/ https://daily-news.id/

Rais Aam PBNU Kritik Gus Elham, Serukan Aparat Untuk Tindak Lanjut

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Miftachul Akhyar, baru-baru ini membuat pernyataan tegas terkait tindakan pendakwah Gus Elham yang viral setelah mencium anak-anak perempuan. Hal ini memicu kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk Miftachul yang menilai perilaku tersebut tidak pantas dan merusak kharisma dakwah. Ia menekankan pentingnya memberikan sanksi untuk mencegah terulangnya tindakan serupa di masa depan.

Sikap mengecam ini diungkapkannya dalam sebuah konferensi pers di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya. Miftachul berharap Gus Elham mendapatkan konsekuensi yang tegas agar memberi pelajaran bagi yang lain. “Dakwah seharusnya memberikan teladan, bukan justru menciptakan kegaduhan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Miftachul juga menggugah pihak berwenang untuk bertindak cepat terhadap dugaan pelanggaran ini. Ia menyatakan bahwa sanksi yang bisa dijatuhkan oleh Nahdlatul Ulama bersifat administratif, sehingga berharap instansi terkait bisa mengambil tindakan yang lebih tegas.

Desakan terhadap Tindakan Pihak Berwenang yang Kuat

Miftachul menegaskan bahwa organisasi Nahdlatul Ulama tidak memiliki kekuasaan untuk memberi sanksi hukum, yang merupakan kewenangan pihak berwenang. Dengan adanya insiden ini, ia menyerukan agar otoritas terkait segera mengambil langkah responsif. “Pihak berwenang harus menanggapi masalah ini dengan serius dan melakukan investigasi yang mendalam,” tuturnya.

Pernyataan Miftachul mencerminkan kekhawatiran akan reputasi dakwah dan bagaimana tindakan individu dapat memengaruhi citra organisasi secara keseluruhan. “Tidak hanya menilai tindakan satu orang, ini juga menyangkut jejak dakwah kita di masyarakat,” katanya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga akhlak dalam berdakwah.

PBNU juga berusaha memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan dakwah agar tetap dalam batasan yang diperkenankan. Dalam rangka itu, mereka telah membentuk tim satuan tugas khusus untuk mengawasi tindakan pendakwah di lapangan. “Kami tidak ingin ada lagi kejadian serupa yang merusak integritas dan keteladanan,” lanjut Miftachul.

Pernyataan Maaf dari Gus Elham dan Reaksi Publik

Gus Elham, setelah menerima banyak kecaman, akhirnya mengeluarkan pernyataan maaf secara terbuka. Dalam pidato tersebut, ia mengakui bahwa tindakannya menyentuh anak-anak perempuan adalah sebuah kekhilafan yang tidak seharusnya terjadi. “Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat atas tindakan saya yang telah menimbulkan kegaduhan,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, Gus Elham menggambarkan momen tersebut sebagai kesalahan yang sangat disesalkan dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya di masa mendatang. Ia memahami pentingnya etika dalam berdakwah dan berupaya untuk merubah pendekatan dakwahnya agar lebih sesuai dengan norma yang ada.

Dia juga berharap agar peristiwa ini menjadi pelajaran berharga, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat. “Saya bertekad untuk menjalani dakwah dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat kita,” jelasnya. Ini menunjukkan adanya kesadaran di pihaknya mengenai dampak tindakan yang tidak etis.

Langkah Preventif untuk Mencegah Kejadian Serupa di Masa Depan

Menindaklanjuti insiden ini, PBNU berkomitmen untuk memperkuat jalinan kerja sama dengan pihak berwenang dalam pencegahan. Mereka berencana untuk lebih proaktif dalam memberikan pendidikan kepada para pendakwah mengenai tata krama yang baik saat berinteraksi dengan masyarakat. “Kita perlu memberikan pelatihan tentang etika berdakwah agar tidak ada lagi yang melanggar batas,” kata Miftachul.

Selain itu, PBNU juga mendorong penggiatan dakwah yang lebih edukatif dan berbasis pada norma-norma yang sudah ada dalam masyarakat. “Kita perlu mempromosikan dakwah yang membawa kedamaian dan kenyamanan bagi semua kalangan,” ujarnya. Dengan langkah ini, diharapkan citra dakwah bisa terjaga dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Setiap tindakan pendakwah harus memperhatikan sensitivitas dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di masyarakat. “Kita tidak bisa sembarangan dalam berdakwah, perlu ada rasa hormat terhadap semua orang,” tegas Miftachul. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat kredibilitas para pendakwah di masyarakat.

Proudly powered by WordPress | Theme: Wanderz Blog by Crimson Themes.