RSUD Aceh Tamiang, yang sebelumnya sangat terpengaruh oleh banjir bandang, kini telah kembali beroperasi secara bertahap. Kemdiknas memberikan kabar bahwa berbagai fasilitas utama di rumah sakit tersebut telah diperbaiki dan siap digunakan kembali oleh pasien.
Setelah melewati peristiwa banjir yang mengakibatkan lumpuh total, pihak rumah sakit telah membersihkan semua area utama secara menyeluruh. Kementerian Kesehatan memastikan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan bagian farmasi telah siap untuk kembali berfungsi dengan baik.
Pembersihan dan perbaikan dilakukan oleh tim gabungan, termasuk TNI dan mahasiswa dari Poltekkes Medan. Mereka bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap ruang, terkhusus ruang operasi, disterilkan dengan baik sebelum digunakan kembali.
Kegiatan Pemulihan Fasilitas Kesehatan di RSUD Aceh Tamiang
Proses pemulihan fasilitas kesehatan di RSUD Aceh Tamiang melibatkan berbagai upaya untuk memperbaiki semua peralatan yang terdampak. Tim dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan juga terlibat dalam pengecekan alat kesehatan satu per satu.
Setiap alat yang pernah terkena banjir diuji untuk memastikan bahwa mereka dapat berfungsi dengan aman. Jika ada yang tidak bisa diperbaiki, tim akan mengidentifikasi peralatan tersebut untuk diganti.
Selama proses pembersihan, tim medis dari RSUP H. Adam Malik Medan turut memberikan bantuan. Mereka fokus untuk memastikan bahwa IGD dapat segera beroperasi kembali dalam waktu dekat.
Tantangan yang Dihadapi Rumah Sakit Setelah Banjir Bandang
RSUD Aceh Tamiang mengalami kerusakan yang signifikan akibat banjir. Ruangan-ruangan rumah sakit terendam dengan lumpur setinggi sekitar 40 cm, yang mengakibatkan layanan kesehatan terhenti setidaknya selama beberapa hari.
Pada 4 Desember 2025, saat banjir mencapai puncaknya, rumah sakit tidak dapat memberikan layanan medis. Puluhan prajurit TNI kemudian dikerahkan untuk membuka akses jalan yang sebelumnya terhalang oleh kendaraan yang terseret banjir.
Setelah akses jalan berhasil dibuka, tim dari TNI mendapati situasi yang memprihatinkan di seluruh ruangan. Pembersihan menjadi prioritas utama untuk mengembalikan fungsi rumah sakit.
Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pemulihan
Komunitas setempat juga ikut berpartisipasi dalam proses pemulihan RSUD. Mereka memberikan dukungan dalam bentuk sumbangan dan tenaga untuk membantu membersihkan area sekitar rumah sakit.
Partisipasi masyarakat sangat berarti dalam membantu mempercepat proses rehabilitasi. Kerjasama antara pemerintah, tim medis, TNI, dan masyarakat menjadi landasan penting untuk memulihkan layanan kesehatan di kawasan tersebut.
Dari peristiwa ini, dapat dilihat betapa pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana. Masyarakat yang bersatu menuai hasil positif dalam mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan layanan kesehatan yang vital.
