Banjir besar melanda Desa Pasir Ampo, yang terletak di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin, 5 Januari. Peristiwa ini terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Cidurian, yang sudah mengalami kerusakan selama lebih dari satu dekade tanpa ada perbaikan signifikan.
Akibat dari luapan air sungai, permukiman warga terendam, dan akses jalan kampung terputus. Fenomena ini tidak hanya merusak properti, tetapi juga merugikan lahan pertanian yang ada di sekitar.
Pikiran tentang bencana banjir ini terus menghantui warga yang tinggal di daerah tersebut. Banyak dari mereka yang merindukan tindakan nyata dari pemerintah untuk menangani masalah ini secara efektif.
Banjir Merendam Permukiman dan Sawah Warga
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa air telah merendam puluhan rumah di Desa Pasir Ampo. Ketinggian air pun bervariasi antara 60 hingga 70 sentimeter, mengakibatkan munculnya rasa ketidakpastian di kalangan masyarakat.
Akses jalan juga terputus, membuat mobilitas warga semakin sulit. Dalam beberapa kasus, warga terpaksa harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh hanya untuk bisa beraktivitas sehari-hari.
Warga tampak beradaptasi dengan keadaan ini, ada yang memilih menggunakan momen banjir ini untuk bermain air. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat berusaha menemukan sisi positif di tengah kesulitan.
Edi, seorang warga berusia 65 tahun, menjelaskan bahwa pengaduan kepada pihak kecamatan telah dilakukan, namun jawaban yang diterima hanya harapan kosong. Ia merasa frustrasi dengan kurangnya respons terhadap situasi darurat ini.
Kepala Dusun Pasir Ampo, Sukemi, mengungkapkan bahwa lebih dari 115 rumah telah terendam sejak malam 3 Januari. Ia menyampaikan harapannya agar tindakan cepat diambil untuk memperbaiki tanggul yang rusak, agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Kondisi Tanggul dan Permintaan Perbaikan
Sukemi juga menyatakan bahwa tanggul Sungai Cidurian jebol sejak 2015 dan hingga kini belum ada upaya perbaikan dari pemerintah setempat. Ia menyoroti bahwa situasi ini sudah berlangsung selama 11 tahun, dan dengan setiap musim hujan, kemungkinan banjir akan selalu ada.
Warga kini menghadapi kenyataan pahit bahwa jalur evakuasi belum disediakan, meskipun banyak yang terjebak dalam kondisi rumah yang terendam air. Sikap bertahan yang dimiliki warga menunjukkan kekuatan mental mereka dalam menghadapi bencana tahunan ini.
Ia berharap agar Pemerintah Provinsi Banten segera mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tanggul tersebut. “Kami hanya ingin agar tidak ada lagi banjir yang merusak kehidupan kami,” ujarnya.
Ada kekhawatiran yang mendalam terkait dampak jangka panjang akibat banjir ini terhadap pertanian. Dengan 35 hektare lahan persawahan terendam, banyak yang khawatir akan kegagalan panen.
Dengan kondisi sawah yang kini tampak seperti kolam, warga sekitar harus mencari cara untuk beradaptasi dengan situasi baru ini. Mereka menginginkan perhatian lebih dari pemerintah untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Dampak Banjir Terhadap Lahan Pertanian dan Ekonomi Masyarakat
Lahan pertanian yang terendam selama berhari-hari memberikan ancaman serius bagi hasil panen mendatang. Sukemi mengungkapkan, produktivitas tanaman padi sangat terpengaruh oleh genangan air yang berkepanjangan.
Dalam sebuah wawancara, ia menegaskan bahwa kegagalan panen telah menjadi hal yang pasti terkait situasi ini. Dengan lahan yang terus terendam, harapan untuk mendapatkan hasil pertanian yang baik tampaknya semakin menipis.
Sebagian warga memilih untuk bertahan, meski terpaksa hidup dalam kondisi yang sulit akibat banjir. Ketinggian air membuat banyak rumah terendam dalam keadaan yang sangat tidak nyaman.
Lebih dari sekadar kerugian materiil, situasi ini juga menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat. Ketidakpastian tentang masa depan menjadi beban tambahan di tengah kesulitan yang mereka alami.
Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan tindakan yang efisien dan efektif untuk mengatasi masalah ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ada harapan bahwa masalah yang sudah terlalu lama dibiarkan ini dapat segera mendapatkan perhatian serta penyelesaian yang hakiki.
